Malaysia Rebadge Toyota Agya?

Perodua adalah pabrikan automotif Malaysia terbesar kedua setelah Proton. Kepemilikan Perodua dikuasai Daihatsu, maka tidak mengherankan bila pabrikan ini banyak melakukan rebadge model Daihatsu dan memasarkannya. Perodua hanya memproduksi mobil kecil dan modelnya tidak boleh sama dengan produksi Proton.
Hal ini diyakini setelah Paultan mengabarkan bahwa Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak pernah mengungkapkan, bahwa Perodua sudah menginvestasikan dana sebesar RM1,3 miliar untuk ekspansi pabrik baru di Sungai Choh, Rawang, dan memproduksi model baru.
Sama seperti di Indonesia, produk rebadge Ayla juga akan menjadi mobil termurah yang pernah dijual di sana. Perannya untuk menggantikan model Viva dengan model baru, kabar yang beredar berikutnya model tersebut adalah rebadge dari Daihatsu Ayla.
Situs Theophiluschin coba menggambarkan seperti apa wujud Ayla bila dipasarkan di Malaysia. Theophiluschin mengatakan terinspirasi dari Daihatsu Ayla, tapi mungkin lebih tepatnya adalah desain Toyota Agya.
(zwr)
Mendagri Malaysia Dituduh Intimidasi Media

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Zahid Hamidi. (Foto: Malaysiakini) KUALA LUMPUR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Zahid Hamidi tertangkap media ketika melakukan pengancaman untuk tidak menulis perkataannya yang terkait tindak kriminal di Malaysia.
Sebuah media online Malaysia, Malaysiakini, berhasil merekam tindakan Hamidi ketika ditanya seorang wartawan mengenai hilangnya sejumlah senjata kepolisian, sehingga menyebabkan naiknya tindak kejahatan.
Namun, bukan jawaban yang diterimanya, sang reporter malah menerima ancaman untuk tidak menyebarkan data yang telah mereka terima.
"Ini adalah pertemuan tertutup, jangan menulis apapun. Jangan memfoto saya dan juga orang-orang di sini, saya tidak mengizinkannya," ujar Hamidi, yang videonya telah tersebar di Youtube, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (8/10/2013).
Selain itu, Hamidi juga mengancam akan menutup semua koran, baik itu yang berbahasa Melayu, Inggris, Mandarin, dan Tamil, bila perkataannya sampai ada di koran mereka.
Wakil Pemimpin Redaksi Malaysiakini, RK Anand yang ditanya media asal Australia mengenai masalah ini mengatakan apa yang dilakukan reporter sudah seperti apa yang tertulis dalam undang-undang.
Tidak hanya itu, Anand juga menyesalkan pelarangan tersebut keluar dari mulut Hamidi, karena pernyataan tersebut tidak pantas dikeluarkan seorang pejabat senior.
Sejumlah media Malaysia juga mendesak Mendagri Malaysia menarik ancaman penutupan tersebut. Tetapi sampai sekarang, menurut media asing yang meliput masalah ini, Pemerintah Malaysia belum mengeluarkan pernyataannya. (ade)
Berita Selengkapnya Klik di Sini